Sejak tahun 2008, Situs JARKOM mengakumulasi ide maupun praktik yang open mind. Berpikir bukanlah semata dalam hubungan antara subjek-objek atau perputaran subjek di sekitar objek. Berpikir terjadi dalam hubungan antara bumi dan teritori.
Tak pelak, teritori baru muncul dan menyatu dengan gerakan bumi yang baru. Dalam pengetahuan tentang geofilsafat atau "geo-filsafat": konsep tercipta dari filsafat (--dan bukan terlahir dari filsuf--) seiring dengan gerakan bumi.
Berbeda jalur kiranya dengan siapapun yang belajar filsafat dengan cara me-resonansi atas ucapan/tulisan filsuf yang seringkali berada dalam pemikiran yang tak berpikir (nonthinking thought).
Sains tak perlu lagi menciptakan "konsep", tapi lebih memfungsikan konsep hasil ciptaan filsafat, ke dalam kehidupan sehari-hari; seni dan nonseni bekerjasama dengan konsep hasil filsafat dan fungsi pada sains, begitu seterusnya antar-ketiganya berinteraksi untuk membuat pemikiran yang berpikir.
Tahun 2010 adalah titik awal untuk merintis dan menitis kajian baru tentang evaluasi kebijakan publik seperti RPJMN, RPJMD, RENSTRA-KL maupun RENSTRA-SKPD yang penting dilakukan sejauh menubuh dengan proses politik, teknokratik dan partisipasi masyarakat.

Seringkali kita mengalami disorientasi eksistensial ketika melakukan evaluasi suatu kebijakan. Misalnya, apa yang akan kita tulis seakan tak-bermakna apa-apa karena kecerdasan kita lenyap begitu saja. Ini tak akan terjadi bila Evaluator mengetahui persis bagaimana peta-kecerdasannya dan bagaimana memanfaatkan kecerdasannya (7 kecerdasan atau 9 kecerdasan) untuk mengerjakan suatu laporan yang bersifat tertulis. Tak sekedar itu, kita dapat menjadi manusia yang sigap dan tak mendiamkan "handphone" atau "email" sebagai taktik berkilah dengan "deadline".
Bila Anda berkenan mengetahui peta kecerdasan Anda, silahkan kunjungi situs http://visiwaskita.com atau langsung mengisi formulir di bawah ini.
















